11 Sep 2025 11:14
Virzha, Sekretariat
95 views
1 min read
Berita umum
Jakarta — Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menilai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2026 masih bersifat aspiratif di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, dunia usaha memang optimis, namun lebih kepada “cautiously optimistic” atau optimis dengan kewaspadaan.
Shinta menegaskan investor lebih membutuhkan kepastian regulasi, pasokan energi yang andal, serta efisiensi logistik dibandingkan insentif fiskal jangka pendek. “Tanpa perbaikan fundamental, insentif hanya menjadi daya tarik awal, bukan alat untuk mempertahankan investasi jangka panjang,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti masih tingginya biaya produksi di Indonesia, bunga pinjaman yang jauh di atas rata-rata ASEAN, serta birokrasi perizinan yang memakan waktu lebih lama dibanding negara tetangga. Kondisi ini dinilai menghambat investasi baru dan perlu segera dibenahi agar Indonesia tetap kompetitif.
Meski begitu, Shinta menegaskan sektor swasta siap mendukung pertumbuhan. Dengan reformasi yang lebih cepat dan lingkungan usaha yang kondusif, target pertumbuhan dapat lebih realistis untuk dicapai.
Sumber: Jakarta Globe
Berita Terkait
Berita Terbaru
Tren Kenaikan Upah Minimum di Indonesia Sejak Pandemi Covid-19
16 Dec 2025 14:55
Kemnaker Tegaskan Larangan Diskriminasi dalam Rekrutmen Tenaga Kerja
10 Oct 2025 10:13